Nama :
Muhammad Ilham Rhamatullah Luthfi
NPM :
120401080003
Kelas :
2012B
Matakuliah :
Pembelajaran Puisi
Tugas :
Membuat Metode Pembelajaran Cipta Puisi Pada Siswa SMP dan SMA
Menggunakan Salah Satu
Teknik Pembelajaran Yang Telah Diajarkan Pada
Perkuliahan
Teknik Peta Pasang Kata
1. 1. Tentukan
sentral kata yang akan dikembangkan
Siswa perlu membayangkan sentral kata
yang dapat menggerakkan inspirasinya. Agar siswa lebih mudah menentukan sentral
kata, siswa mengambil kata yang berada di sekitarnya. Entah, mengambil kata
benda atau kata hewan dll. Diutamakan kata itu mempunyai huruf yang sedikit.
Sehingga siswa dapat mudah dalam langkah
selanjutnya.
Contoh: KACA, BUKU, MEJA, BATA, BATU.
2. 2. Petakan
sentral kata yang dipilih menjadi bentuk-bentu huruf yang terpisah
Siswa membuat kolom-kolom dan memetakan
kata yang dijadikan huruf tersebut.
Kolom pada setiap huruf adalah empat.
|
B
|
A
|
T
|
U
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3. 3. Isi
peta huruf dari sentral kata yang terpisah-pisah dengan kosa kata
Siswa
mengisi kolom kosong di bawah huruf dengan kata-kata baru.
|
B
|
A
|
T
|
U
|
|
Badan
|
Aku
|
Tidak
|
Untuk
|
|
Bau
|
Anak
|
Tahu
|
Untaian
|
|
Busuk
|
Atau
|
Tangis
|
Ucapan
|
|
Betul
|
Anjing
|
Tragis
|
Ukiran
|
4. 4. Buatlah
kalimat yang berkaitan antara huruf dari sentral kata yang terpisah dengan kata-kata yang baru
Contoh:
B = badanmu bau busuk
betul kawan
A = aku anakmu atau anjingmu
T = tidak
tahu berapa lama tangis ini, sungguh tragis
U = untuk
untaian ucapan yang kau ukiran
5. 5. Kembangkan
menjadi bentuk puisi
Dalam langkah terakhir ini. Siswa
membutuhkan keberanian untuk tidak terjebak pada ketakuatan apakah pasangan
kata yang dibuat salah atau benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam
menulis puisi tidak dikenal salah atau benar, sebab penyair memiliki kebebasan
untuk menyimpang dari kaidah yang dikenal dengan licensia poetica.
Setelah itu, siswa mengkategorikan
larik-larik yang telah dibuat ke dalam tema kecil (pokok permaslaahan) yang biasa disebut
subject metter.
Contoh :
Engkau
badanmu
bau busuk betul kawan
aku ini bukan anakmu atau anjingmu
tidak
tahu berapa lama aku menangis,
kau sungguh tragis,kawan1
untukmu cukup satu untaian
ucapan n terakhirmu buatku hancur
kini terukir sangat dalam benakku