Senin, 24 November 2014

Membuat Metode Pembelajaran Cipta Puisi Pada Siswa SMP dan SMA Menggunakan Salah Satu Teknik Pembelajaran Yang Telah Diajarkan Pada Perkuliahan

Nama               : Muhammad Ilham Rhamatullah Luthfi
NPM               : 120401080003
Kelas               : 2012B
Matakuliah       : Pembelajaran Puisi
Tugas               : Membuat Metode Pembelajaran Cipta Puisi Pada Siswa SMP dan SMA
Menggunakan Salah Satu Teknik Pembelajaran Yang Telah Diajarkan Pada
Perkuliahan

Teknik Peta Pasang Kata

1.    1.  Tentukan sentral kata yang akan dikembangkan
Siswa perlu membayangkan sentral kata yang dapat menggerakkan inspirasinya. Agar siswa lebih mudah menentukan sentral kata, siswa mengambil kata yang berada di sekitarnya. Entah, mengambil kata benda atau kata hewan dll. Diutamakan kata itu mempunyai huruf yang sedikit. Sehingga siswa dapat mudah dalam  langkah selanjutnya.
Contoh: KACA, BUKU, MEJA, BATA, BATU.
2.    2.  Petakan sentral kata yang dipilih menjadi bentuk-bentu huruf yang terpisah
Siswa membuat kolom-kolom dan memetakan kata yang dijadikan huruf tersebut.  Kolom pada setiap huruf adalah empat.
B
A
T
U

















3.      3. Isi peta huruf dari sentral kata yang terpisah-pisah dengan kosa kata
Siswa mengisi kolom kosong di bawah huruf dengan kata-kata baru.
B
A
T
U
Badan
Aku
Tidak
Untuk
Bau
Anak
Tahu
Untaian
Busuk
Atau
Tangis
Ucapan
Betul
Anjing
Tragis
Ukiran

4.      4. Buatlah kalimat yang berkaitan antara huruf dari sentral kata yang terpisah  dengan kata-kata yang baru
Contoh:
B         = badanmu bau busuk betul kawan
A         = aku anakmu atau anjingmu
T          = tidak tahu berapa lama tangis ini, sungguh  tragis
U         = untuk untaian ucapan yang kau ukiran

5.      5. Kembangkan menjadi bentuk puisi
Dalam langkah terakhir ini. Siswa membutuhkan keberanian untuk tidak terjebak pada ketakuatan apakah pasangan kata yang dibuat salah atau benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam menulis puisi tidak dikenal salah atau benar, sebab penyair memiliki kebebasan untuk menyimpang dari kaidah yang dikenal dengan licensia poetica.
Setelah itu, siswa mengkategorikan larik-larik yang telah dibuat ke dalam tema kecil  (pokok permaslaahan) yang biasa disebut subject metter.
Contoh :
                        Engkau

badanmu  bau busuk betul kawan
aku ini bukan anakmu atau anjingmu
            tidak tahu berapa lama aku menangis,
kau sungguh tragis,kawan1

untukmu cukup satu untaian
ucapan n terakhirmu buatku hancur

kini terukir sangat dalam benakku